Membeli Ponsel Bisnis di 2016

Kesimpulan Eksekutif (Executive Summary)

Untuk mempermudah bagi yang sibuk dan tidak sempat membaca seluruh dokumen, berikut kesimpulan dan rekomendasi untuk ponsel bisnis per Agustus 2016:

Ponsel Bisnsi – High-End

LG G5 SE (April 2016) = 7,5-8 juta-an

Inovasi skema modular LG, Quick Charge 3.0 mengisi batre paling cepat.
RAM 3 GB/32 GB, batre kecil 2800 mAh, processor hanya 1,8 GHz, spesifikasi terlalu rendah untuk ponsel high-end. Tapi tidak ada pilihan lain untuk kategori ini.
Tidak banyak alternatif karena ponsel high-end lain dengan batre tertanam, sementara varian diatasnya (LG G5  / yang bukan SE) tidak masuk resmi ke Indonesia. Bagi pebisnis kelas atas yang “tidak mampu” membeli ponsel dibawah 5 juta, yaitu golongan ekonomi kelas B+ dan A, maka LG G5 SE menjadi pilihan satu-satunya saat ini.

Ponsel Bisnis – Best Performance

Asus ZenFone 2 Laser #ZE601KL (Desember 2015) = 2,8 juta-an

Penulis memilih ponsel ini.
RAM 3 GB/32 GB, layar 6″, prosesor 1,7 GHz, price-to-performance sangat bagus.
Mengalahkan market leader Samsung J5 2016 dan J7 2016 yang bertahan dengan resolusi layar dibawah FullHD.

Ponsel Bisnis – Entry Level

Lenovo A7000 Plus (September 2015) = 2,3 juta-an

Harga murah untuk RAM 2 GB/16 GB standar ponsel bisnis.

Catatan

Kebanyakan ponsel baru, termasuk market leader Samsung, menggunakan non-replaceable batre yang akan merugikan pengguna, menurunkan masa pakai ponsel (baca: kerugian membeli ponsel dengan batere non-replaceable). Sebagian ponsel tidak resmi masuk ke Indonesia, misalnya flagship LG G5 belum masuk, sehingga memperkecil alternatif pilihan untuk ponsel bisnis yang membutuhkan kehandalan layanan customer support. Akibatnya saat ini tidak banyak pilihan ponsel high-end bisnis di 2016.

 

Rencana Penggunaan Bisnis

Langkah pertama adalah menentukan rencana penggunaan.

Rencana penggunaan utama:

  • Perlu banyak aplikasi bisnis, setidaknya:
    • Trading: Daewoo, eSamuel, BNI-Smart
    • Banking: Mandiri, Citibank, Danamon, BCA, CIMB
    • Office: Word, Excel, PowerPoint, GoogleApps
    • Cloud Storage: Google Drive, Dropbox, Outlook/Skydrive, SpiderOakOne
  • Komunikasi dan media sosial, setidaknya: Whatsapp, BBM, LINE, Telegram, Signal, Instagram, Facebook, Google+, Twitter.
  • Perlu waktu penggunaan yang panjang, batere harus memadai.
  • Browsing – heavy.
  • Tethering – heavy.
  • Tidak boleh lag, lelet, harus responsif.

Rencana penggunaan sekunder:

  • Dokumentasi foto & video
  • Editor foto & video
  • Player musik
  • Recorder audio

Dari rencana penggunaan disusun kebutuhan spesifikasi ponsel.

 

Spesifikasi Mutlak

Spesifikasi yang harus dipenuhi oleh ponsel bisnis yang dicari:

  1. Prosesor minimal 4x 1,3 GHz quadcore, lebih besar lebih baik.
    Dibutuhkan agar tidak nge-lag, lelet, apalagi saat menggunakan beberapa aplikasi sekaligus.
  2. Android 5 (Lollipop), bisa di upgrade menjadi Android 6 (Marshmallow).
    Versi android yang lebih rendah akan lebih cepat berakhir masa update software-nya, karena itu menentukan usia aktif ponsel.
  3. Layar besar, >= 5″, tapi masih muat di kantong celana.
    Layar besar sangat dibutuhkan pada aplikasi-aplikasi kerja, disamping lebih nyaman dan lebih memudahkan dalam browsing.
  4. RAM minimal 2 GB, lebih besar lebih baik.
    Banyak aplikasi meninggalkan jejak pada RAM. Lebih besar RAM lebih banyak aplikasi bisa aktif terinstall. Desktop bisa lebih hidup dengan banyak widget aktif.
  5. Internal storage minimal 16 GB, lebih besar lebih baik + SD Card.
    Kebutuhan banyak aplikasi tentu membutuhkan storage besar pula. Khususnya untuk sinkronisasi cloud storage seperti Dropbox.
  6. USB dan OTG untuk transfer data cepat.
    OTG memudahkan pemindahan data dari/ke device eksternal.
  7. Kamera utama 8 MP, kamera depan 5 MP.
    Standar kamera ponsel bisnis saat ini. Tidak mempermasalahkan kualitas, flash, zoom, dsb.
  8. Batre user-replaceble, bisa diganti sendiri, minimal 2.600 mAh
    Ini mutlak diperlukan untuk berbagai manfaat, selengkapnya pada tulisan terpisah: Mengapa harus batre bisa diganti sendiri ?
  9. Dual SIM LTE
    LTE adalah standar untuk konektifitas internet masa kini. Dual SIM untuk mencegah kebutuhan ponsel GSM ganda. Penulis memiliki nomor Telkomsel dan XL sehingga dual GSM merupakan kebutuhan.

Spesifikasi Tidak Mutlak

Spesifikasi tidak mutlak, dan alasannya.

UI

Beberapa vendor memiliki User Interface yang buruk, tetapi ada UI pengganti yang gratis dan cukup powerfull seperti Nova. Karena itu tidak perlu UI menjadi persyaratan.

Apps Bawaan

Apps bawaan merupakan nilai tambah, namun tidak terlalu bermakna untuk kepentingan bisnis, disamping kebanyakan apps sudah tersedia pada Google Play. Bahkan untuk commonality, lebih baik dibiasakan menggunakan apps standar Google Play untuk memudahkan jika harus berganti merek ponsel, atau jika vendor tidak melanjutkan upgrade apps saat versi android meningkat.

Software Sinkronisasi PC

Di era android software sinkronisasi PC sudah tidak lagi menjadi faktor utama, mengingat sinkronisasi sudah dilakukan pada tingkat aplikasi. Cloud storage menyimpan setting ponsel, kontak, kalender, multimedia, gambar, bahkan file, sementara kebanyakan aplikasi menyimpan data-nya sendiri.

Tentu saja pada spesifikasi yang serupa, keunggulan software sinkronisasi PC tetap menjadi pertimbangan.

Kualitas kamera

Penggunaan bisnis yang direncanakan tidak membutuhkan kualitas kamera baik, yang penting resolusi-nya memadai.

Hal yang sama untuk flash, penstabil gambar, stylus, tablet docking, VR.

Ketersediaan Asesori

Asesori ponsel berbeda-beda dan sangat menarik. Untuk ponsel bisnis ketersediaan ragam asesori ponsel tidak menjadi penentu, namun dengan spesifikasi yang sama, ponsel dengan lebih banyak asesori tentu lebih disukai.

 

Diluar Kualifikasi

Tidak memenuhi spesifikasi mutlak, masing-masing menurut penyebabnya:

Bukan Android: Windows Phone, IPhone, Blackberry

Ukuran terlalu besar: Tablet

Batre tertanam (tidak user-replaceable):

  • ZTE Axon 7 (F 2016)
  • Huawei P9 Plus (F 2016), Nexus 6P
  • Samsung S7 Edge, Note7 (F 2016), S6 Edge, Note5 Duos (F 2015), A5 2016, J3 2016
  • Motorolla Moto Z (F 2016),
  • Lenovo K5 Note (F 2016), Vibe,
  • Lenovo-Zuk Z2 Pro (F 2016),
  • Oppo,
  • Xiaomi Mi5,
  • Asus ZenFone 3 Delux (F 2016), ZenFone 2, ZenFone Max
  • Sony Xperia Z5 Premium (F 2016), Xperia Z5 Dual,
  • HTC One A9, One Dual Sim
  • LG Nexus 6P,

Layar terlalu kecil: Samsung S4 mini

RAM terlalu kecil: Samsung J5 2015, J1&J2 2016

SIM tunggal: Samsung Galaxy Note4 Edge, Galaxy Alpha (2014), Huawei Nexux 6P, Xperia Z3+, Xperia Z5 Compact, LG G Pro 2,

Belum support LTE: Xperia C3 Duo, LG G3 Stylus (Oktober 2014),

Batere dibawah 2800 mAh: Lenovo Vibe K5 Plus (April 2016),

 

Masuk kualifikasi

Ponsel High-end (5 – 8 juta):

Ponsel Mid-range:

Baseline Spesifikasi

Spesifikasi Utama, minimal:

  • Dual SIM LTE Cat4 150/50 Mbps
  • Processor 4x 1,4 GHz
  • RAM 2GB, penyimpan internal 16 GB, micro-SD maksimal 256 GB dedicated slot
  • Android 5 Lollypop dapat ditingkatkan ke Android 6 Marshmallow
  • Layar 5″ 1080 x 1920 pixels
  • Kamera 13 MP/5 MP (kamera belakang atau utama / kamera depan atau selfi)
  • Batre user-replaceable dapat dicabut oleh pengguna, 3000 – 3500 mAH

Spesifikasi Lain:

  • Radio FM
  • 3,5″ headset jack
  • HTML5 capable browser
  • Micro USB 2.0
  • Fitur kamera utama: LED Flash, autofocus, 1080p 30 fps
  • Bluetooth 4.1, A2DP
  • GPS (optional GLONASS)
  • WiFi b/g/n
  • G2, G3, GPRS, EDGE, HSDPA kompatibilitas dengan teknologi lama

 

Perbandingan Spesifikasi Memenuhi Kualifikasi

 

Ponsel High-end, Super (harga diatas 8 juta)

  • Samsung Galaxy Note4 Duo (Oktober 2014) = 9 juta-an
    Vendor ponsel Samsung, pemimpin pasar
    PC Software – Samsung Smart Switch & Kies

    Snapdragon 805 Quad 4x 2,7 GHz
    Stylus Internal
    Isi cepat Quick Charge 2.0
    Layar: 5,7″ QHD 1440 x 2560 pixels SuperAMOLED
    RAM 3 GB
    Kamera 16 MP / 3,7 MP
    Android 4 Kitkat to Android 5 Lollypop (upgrade Marshmallow belum jelas)
    Sudah 2 tahun
    Belum masuk resmi ke Indonesia (hanya ada Note4 SIM card tunggal atau non-LTE).

 

Ponsel High-end, Bisnis (harga 5 – 8 juta)

  • LG G5 SE (April 2016) = 7,5 juta-an
    Layar 5,3″ QHD 1440 x 2560 pixels Gorila4
    RAM 3 GB, internal 32 GB
    Kamera 16 + 8 (wide) MP / 8 MP
    Isi cepat Quick Charge 3.0
    LTE Cat6 300/50 Mbps
    USB 3.0 Type-C
    Bluetooth 4.2
    LG Modular Design, dapat berganti modul
    Snapdragon 652 Octa-core 4x 1,8 GHz
    Batre 2.800 mAh
  • Samsung S5 Duos (Juni 2014) = 6 juta-an
    Vendor ponsel Samsung-Korsel, pemimpin pasar
    PC Software – Samsung Smart Switch & Kies

    Snapdragon 801 Octa-core 4x 2,5 GHz
    Layar 5,1″ 1080 x 1920 pixels SuperAmoled Gorilla3
    Water resistant 1 m / 30 menit
    Kamera 16 MP / 2 MP
    Sudah 2 tahun
    Belum masuk resmi ke Indonesia (hanya versi SIM card tunggal).

 

Kelas High-MidRange (harga sekitar 4-5 juta)

Tidak ada yang memenuhi spesifikasi minimum mutlak.

 

Kelas Mid-MidRange (harga sekitar 3-4 juta)

  • Samsung J7 2016 (April 2016) = 3,8 juta-an
    Vendor ponsel Samsung-Korsel, pemimpin pasar
    PC Software – Samsung Smart Switch & Kies

    Snapdragon 617 Octa-core 4x 1,6 GHz
    SuperAmoled
    ANT+

    Resolusi 720 x 1280 pixels
    Catatan: Ada versi 3 GB yang lebih mahal, tidak resmi (tidak ada di web Samsung Indonesia)

Kelas Low-MidRange (harga sekitar 2-3 juta)

  • Acer Liquid X2 (Februari 2016)
    Triple SIM
    Batre 4000 mAh
    Camera 13 MP / 13 MP
    Mediatek MT6753 Octa-c0re 1,3GHz
    Resolusi 720 x 1280 pixels
    Micro SD maksimal 32 GB

    Belum masuk resmi ke Indonesia
  • Samsung J5 2016 (April 2016) = 2,9 juta-an
    Vendor ponsel Samsung, pemimpin pasar
    PC Software – Samsung Smart Switch & Kies

    Snapdragon 617 Octa-core 4x 1,6 GHz
    SuperAmoled 

    Layar 720 x 1280 pixels
  • Asus Zenfone Selfie #ZD551KL (Agustus 2015) = 2,9 juta-an
    Snapdragon 615 Octa-core 4x 1,7 GHz
    Layar Gorilla4

    RAM 3 GB, penyimpan internal 32 GB (*ada versi 2/16 GB)
    Kamera 13 MP / 13 MP
    Bluetooth 4.0
    Catatan: Ada versi 2 GB yang lebih murah, lihat kode ponsel.
  • Asus Zenfone 2 Laser 6″ #ZE601KL (Desember 2015) = 2,8 juta-an
    Snapdragon 616 Octa-core 4x 1,7 GHz
    Layar 6″ Gorilla4
    RAM 3 GB, penyimpan internal 32 GB (*ada versi 2/16 GB)
  • Asus Zenfone 2 Laser #ZE551ML (Januari 2015) = 2,8 juta-an
    Intel Z3580 Quad-core 4x 2,3 GHz (*ada versi Z3560)
    Layar Gorilla4

    RAM 4 GB, penyimpan internal 32 GB (*ada versi 2/16 GB)
    Belum resmi masuk ke Indonesia.
  • Asus Zenfone 2 Laser 5″ (ada banyak versi) = mulai 1,8 juta-an
    Hati-hati ada banyak versi, sebagian tidak resmi, lihat kode ponsel.
  • Lenovo Vibe K5 Plus (February 2016) = 2,5 juta-an
    Snapdragon 616 Octa-core 4x 1,5 GHz
    Dolby Atmos
    Pengurang noise
    USB OTG
    Batre 2750 mAh
    Micro SD maksimal 32 GB
    Tidak ada di situs Indonesia, tidak resmi. 
  • Lenovo A7000 Plus (September 2015) = 2,3 juta-an
    Mediatek MT6752 Octa-core 1,7 GHz
    Dolby Atmos
    Pengurang noise
    Bonus VR Glasses
    Batre 2750 mAh
    Bluetooth 4.0
    Micro SD maksimal 32 GB

 

Kelas Entry-Level (dibawah 2 juta)

Tidak ada yang memenuhi spesifikasi minimum mutlak.

 

Perbandingan dan Penilaian

Samsung Galaxy Note4 Duo (9 juta-an), Samsung Galaxy S5 Duos, dan LG G5 SE adalah pilihan high-end untuk ponsel pintar bisnis.

Untuk ponsel high-end tentunya pembeli menginginkan barang original dari dealer resmi. Note4 Duo dan S5 Duos tidak masuk resmi ke Indonesia, sehingga LG G5 SE menjadi pilihan satu-satunya.

Kelemahan LG G5 SE adalah bahwa untuk ponsel high-end yang mahal, kecepatan core 1,8 GHz dirasa kurang. Demikian pula batre 2.800 mAh masih belum menembus standar 3.000 mAh.

Sekalipun demikian bagi yang membutuhkan ponsel bisnis premium, berbagai kelebihan LG G5 SE:

  • Mode kamera wide 8 MP
  • Kecepatan pengisian batre yang mengagumkan, masih sangat terbatas jumlah peralatan ber-standar Quick Charge 3.0
  • Modul yang dapat berganti, sekalipun masih sedikit modul yang tersedia namun konsep baru ini sangat menyenangkan dan sangat menjanjikan
  • Dukungan pada LTE Cat6 dengan kecepatan 300 Mbps
  • Tampilan tajam dari layar resolusi QHD

Anda membeli performa, bukan sekedar membeli brand premium.

Samsung J7 atau J5 merupakan pilihan bagi mereka yang setia pada brand market leader. Kualitas yang terjamin dari merek ponsel Samsung menjadi pembenaran atas pilihan tersebut.  Apalagi bagi mereka yang memiliki beberapa ponsel, dan mengandalkan sinkronisasi via PC / Notebook. Kepemilikan merek yang sama merupakan hal yang wajib. Disini Samsung masih belum tampak akan berakhir dominasi-nya seperti Nokia lima tahun silam. Anda tidak akan pernah salah jika memilih membeli ponsel Samsung.

Untuk pengguna yang sensitif terhadap performa-harga, seperti penulis, maka dibutuhkan perbandingan antar ponsel bisnis mid-range.

Baik Samsung J7 maupun J5 sayangnya belum mencapai resolusi FullHD 1080×1920 yang menjadi standar konten premium saat ini. Dengan kecepatan prosesor, RAM maupun ROM tidak memberi keunggulan, maka ponsel lain menjadi lebih baik price-to-performance-nya.

RAM yang lebih besar memungkinkan lebih banyak aplikasi berjalan, lebih banyak widget aktif di desktop, membuat ponsel lebih bermanfaat. Disini keunggulan ponsel dengan RAM 3 GB dibanding dengan baseline 2 GB. Memori internal 32 GB sekalipun bukan merupakan kebutuhan mutlak mengingat bisa dibeli Micro SD yang besar, namun cukup signifikan dibandingkan memori internal 16 GB. Aplikasi yang disimpan di memori internal dapat dipastikan berjalan lebih cepat dibandingkan yang memiliki data di Micro SD. Dapat diharapkan peningkatan performa dengan banyak-nya aplikasi yang akan di-install.

Hanya seri Asus Zenfone yang memiliki kelebihan tersebut pada price range menengah ini. Zenfone Selfie dan seri Zenfone 2 Laser.

Zenfone Selfie ditujukan untuk pengguna yang ingin melakukan selfie dengan kamera selfi 13 MP sama dengan kamera utama. Namun spesifikasinya memadai untuk menjadi ponsel bisnis dengan RAM 3 GB / 32 GB pada harga yang cukup baik. Warna-nya terbatas pada warna chicky.

Bila merasa tidak perlu membeli 2 kamera 13 MP pada Zenfon Selfie, Asus memberikan beberapa pilihan lain melalui seri Zenfone 2 Laser yang begitu beragam, sesuai untuk berbagai kebutuhan.

Zenfone 2 Laser 6″ ZE601KL memberikan kamera ponsel bisnis normal: 13 MP / 5 MP, dengan layar besar 6″. Resolusi FullHD akan terasa lebih baik pada layar 6″.

Zenfon 2 Laser ZE551ML memiliki layar standar 5″, dan kamera standar 13 MP / 5 MP, namun dengan RAM 4 GB dan Intel Z3580 Quad 2,4 GHz yang lebih canggih dibandingkan kebanyakan ponsel high-end. Sayang versi ini belum masuk ke Indonesia.

Masih terdapat beberapa pilihan lain untuk Zenfon 2 Laser yang lebih murah, yang tersedia resmi di Indonesia.

Jika harga termurah merupakan penentu utama untuk pemilihan maka pilihannya adalah Lenovo A7000 Plus seharga sekitar 2,3 juta, yang memenuhi spesifikasi minimal untuk ponsel bisnis.

Keputusan

Penulis lebih cenderung pada pilihan best price to performance, dan memilih Asus Zenfone 2 Laser 6″ ZE601KL. Spesifikasi ponsel ini memadai untuk menjadi ponsel bisnis.

Ponsel ini akan menjadi ponsel Asus pertama yang digunakan oleh Penulis. Semoga pilihan ini tidak salah.

Pembelian

Pembelian di toko online memberi resiko tersendiri. Khususnya dalam membeli barang bermerek, apalagi dengan fasilitas kredit dari kartu kredit, perlu sangat berhati-hati. Pembelian online lebih beresiko dalam hal pengembalian atau ketidak puasan atas barang yang di beli.

Tokopedia dan Lazada merupakan toko online dengan banyak pedagang. Bhinneka juga memiliki dagangan yang berasal dari penjual lain yang disebut merchant. Toko massal membawa resiko bagi pembeli.

Di Tokopedia, informasi disediakan oleh pemilik toko, bukan oleh Tokopedia, sehingga harus dilakukan diskusi untuk mengetahui ketersediaan stok, status garansi, dan sebagainya. Lebih mendekati platform “kerakyatan” yang dilengkapi rekening bersama, daripada online shopping atau e-commerce. Keunggulan Tokopedia adalah barang yang murah.

Fasilitas kredit dari kartu kredit sangat menguntungkan, karena barang senilai 3 juta dapat dibagi pembayarannya dalam 12 bulan. Hanya 200 – 300 ribu per bulan untuk ponsel baru. Fasilitas kredit ini menjadi alasan untuk tidak membeli langsung di situs distributor resmi, karena kebanyakan tidak dilengkapi dengan fasilitas pembayaran kredit.

Fasilitas pembayaran kredit yang mudah terdapat di Lazada. Pembeli bisa memastikan permintaannya untuk melakukan pembelian secara kredit. Pada menu Bhinneka, misalnya pembeli merasa kurang kepastian bahwa permintaan pembelian dilakukan secara kredit. Khawatirnya yang terjadi adalah pembayaran tidak secara kredit tetapi dibebankan penuh pada bulan tersebut. Mungkin lebih merupakan masalah antarmuka (interface).

Disisi lain, barang-barang di Lazada anehnya banyak yang tidak memiliki garansi. Sulit mencari barang ber garansi di Lazada, dibanding dengan di Bhinneka. Padahal barang-barang bermerek tersebut seharusnya memiliki garansi. Juga tidak dapat dilakukan pencarian barang berdasarkan garansi-nya. Di Bhinneka dengan sangat jelas ditulis bahwa barang memiliki garansi resmi, atau garansi tipe lain.

 

Pada akhirnya, hidup memang penuh resiko.

Sumber Informasi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s