Menghindari Ganguan Pendengaran

Pendengaran normal anak-anak 0dB dalam batas frekwensi 20 – 20kHz. Beberapa anak dapat mendengar bunyi pelan hingga -5dB dan frekwensi lebih luas seperti 15 – 25kHz.

Nada rendah C2 = 16 Hz, tinggi A3 = 220Hz, A4 = 440Hz, nada tinggi c6 = 8370 Hz, diatas nada ini pitch sulit terdengar.

Presbycusis adalah kehilangan pendengaran akibat usia. Pendengaran turun seiring usia, biasanya dengan sangat lambat, menurun mulai 18 tahun, hingga tidak dapat mendengar kurang dari 15dB dalam batas frekwensi terdengar lebih kecil hingga 1000 – 15kHz. Pria diatas 40 tahun umumnya sudah kehilangan kemampuan mendengar dibawah 5 – 10dB. Penurunan pendengaran pria lebih parah dibanding wanita. Masalah pendengaran mulai terasa menjadi masalah setelah batas bawah pendengaran mencapai 30dB.

NIHL adalah kehilangan kemampuan pendengaran akibat nois (Noise-induced Hearing Loss). Gangguan pendengaran mengakibatkan turunnya kualitas hidup.

Pendengaran dapat dipelihara dengan cara:
1. hindari suara sangat keras 140dB keatas, seperti suara petasan dari dekat, karena dapat langsung menurunkan kemampuan pendengaran secara permanen. Suara 125dB mulai menyakitkan telinga.
Jangan ragu menutup telinga saat suara sangat keras.

2. hindari mendengar suara 85 – 140dB berulang-ulang yang menyebabkan kemampuan pendengaran berkurang temporer, dan jika berulang akan menyebabkan penurunan pendengaran permanen.
Untuk memeriksa penurunan pendengaran suara temporer, sebelum event/musik/pabrik/jalan raya, coba dengarkan suara berita radio dalam volume paling rendah yang bisa di dengar. Setelah event, dengarkan volume yang sama, bila suara tidak terdengar berarti telah terjadi gangguan pendengaran temporer, yang jika berulang bisa menimbulkan penurunan permanen.

3. hindari suara keras 85dB dalam jangka panjang atau terlalu sering. Sekitar 8 jam akan menurunkan pendengaran secara permanen.

Jika kita harus berbicara keras dengan lawan bicara, berarti kita tengah mendengar suara 85dB. Termasuk speaker, headphone, live music, pabrik, TV, lalu lintas, dsb.

Suara keras dapat mengakibatkan gangguan hipertensi dan masalah psikologi.

Insiden kehilangan pendengaran pada musisi klasik di-estimasi antara 4-43%, dan pada musisi rock 13-30%.

Sumber: mbah google.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s