Kerugian Ponsel Non-Removable Battery

Belilah hanya ponsel yang batre-nya bisa diganti pengguna: user-replaceable battery.

Dewasa ini semakin banyak ponsel non-removable battery yang masuk ke pasar. Ponsel non-removable battery atau non-user-replaceable battery adalah ponsel yang batre-nya tidak bisa diganti oleh pengguna dengan mudah. Untuk mengganti batre, perlu membuka casing, membongkar pelindung dengan obeng, mencabut konektor, mengamankan perekat, serta melakukan sejumlah prosedur lain yang biasanya sulit dilakukan oleh pengguna umum.

Pertimbangan ini menjadi penjelasan untuk memilih ponsel bisnis tahun 2016.

Ponsel non-removable battery memiliki kerugian sebagai berikut:

  1. Umur Ponsel

    Usia komponen ponsel yang paling singkat adalah batre. Komponen lain seperti LCD, prosesor, RAM, dsb sangat jarang mengalami kerusakan, bahkan hingga 10 tahun. Batre akan mengalami penurunan dan kemudian mati dalam sekitar 3 tahun. Dengan kemampuan mengganti batre sendiri usia ponsel dapat diperpanjang. Artinya investasi anda lebih panjang. Misalnya membeli ponsel seharga Rp 2.400.000 dengan umur 2 tahun maka biaya investasi kita Rp 100.000 per bulan. Sementara jika umur 4 tahun maka biaya investasi kita mencapai Rp 50.000 per bulan. Jika membeli ponsel high-end seharga Rp 6 juta, dengan penggunaan 2 tahun biaya investasi kita Rp 300.000 per bulan, sementara jika digunakan 4 tahun maka biaya investasi kita hanya Rp 125.000 per bulan.

  2. Masa Pakai Sampai Low Bat

    Sekalipun tidak mati, batre selalu menurun kapasitasnya. Kalau awalnya bisa dipakai satu hari penuh tanpa charge, setelah sekian lama harus di charge, dan kemudian harus di charge 2x per hari. Umumnya setelah 6 bulan kemampuan batre sudah akan terasa menurun, dan setelah 1 – 2 tahun kemampuan batre bisa mencapai kurang dari setengah kemampuan awal. Pada ponsel replaceable battery, pengguna bisa dengan mudah membeli batere baru dan waktu pakai ponsel bisa kembali seperti sedia kala.

  3. Resiko Meledak

    Batere memiliki resiko meledak. Batre bisa mengalami gangguan kimia yang menyebabkan ledakan. Biasanya batre yang rusak ditandai oleh perubahan bentuk menjadi gemuk, yang disebut batere bengkak. Pada ponsel non-replaceable battery, sulit untuk melihat kondisi batere, sementara pada ponsel replaceable battery mudah untuk memeriksa bahwa batere masih sehat. Ancaman batere mendadak meledak lebih kecil pada ponsel replaceable battery.

  4. Tidak Bisa Hard-reset (mis: kasus software hang)

    Ponsel tidak bisa di hard-reset / dicabut dayanya. Pada ponsel replaceable battery, pengguna dapat melakukan hard-reset dengan mencabut batere. Kebutuhan hard-riset misalnya pada waktu terjadi software hang, dimana ponsel tidak merespon tombol off.

  5. Tidak bisa cut-off power (mis: kasus ponsel basah)

    Pada kasus ponsel basah, batere ponsel harus segere dicabut agar mengakhiri kortsleting, kemudian batere dikeringkan, misalnya dengan ditaruh di beras. Ponsel umumnya bisa diselamatkan. Pada ponsel non-replaceable, batere tidak dapat dicabut, sehingga kortsleting dipastikan akan merusak ponsel.

  6. Servis Lebih Mahal

    Penggantian batre pada ponsel non-removable battery membutuhkan biaya dan waktu untuk mengantar ponsel ke service center. Sementara ponsel replaceable battery, cukup order dari toko online, kemudian ganti sendiri batrenya.

  7. Tidak Bisa Bawa Batre Cadangan

    Metode paling handal untuk mencegah kehabisan batere bukan dengan fast charge, power bank, power case, apalagi membatasi software aplikasi. Fast charge dan power bank mengharuskan kita membawa alat yang biasanya cukup besar, tidak nyaman di kantong. Power case membuat ukuran ponsel menjadi tebal, juga tidak nyaman. Membatasi software aplikasi sama dengan menurunkan manfaat investasi ponsel yang kita beli. Jadi cara paling ideal adalah dengan membawa batre cadangan. Pada saat batre low, kita cukup mengganti batre dan ponsel kembali full. Batre biasanya berukuran kecil sehingga mudah di-kantongi. Non-replaceable battery tidak bisa melakukan ini.

  8. Harga Jual Terjun Bebas

    Otomatis pembeli second akan lebih menyukai ponsel yang bisa diganti batre-nya. Selain lebih awet, juga lebih mudah ditangani bila perlu mengganti batre. Karena itu relatif harga jual ponsel bekas dengan batre non-replaceable akan terjun bebas.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s