IDX dan Ekonomi Global September 2016

Bursa dunia mengalami koreksi tajam sepekan ini. Faktor utama adalah kekhawatiran The Fed menaikkan suku bunga pada minggu depan (20-21/9/2016) yang saat ini berkisar 0,25 – 0,5%. Penjualan IPhone 7 mendorong Apple menjadi penggerak positif bursa, sementara di pasar regional Samsung memperburuk koreksi dengan recall flagship superphone-nya Galaxy Note 7 yang bermasalah.

Koreksi Global

Koreksi global ini pulih kemarin, setelah sejumlah pengamat menilai bahwa kecil kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada saat ini. Hal ini disebabkan beberapa angka parameter ekonomi Q3 Amerika berada dibawah harapan.

November merupakan bulan menentukan bagi ekonomi global karena pemilu Presiden Amerika. Jika Trump menang dapat dipastikan akan terjadi gejolak ekonomi dunia, setidaknya dalam jangka pendek. Karena itu diperkirakan tidak akan ada ancaman perubahan suku bunga pada pertemuan The Fed awal November.

Namun jika Clinton menang, maka isu kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Desember (13-14/12/2016) akan kembali menjadi polemik.

Untuk saat ini pemulihan diharapkan akan membawa kembali dana asing masuk ke bursa. Namun dapat diperkirakan koreksi kembali terjadi November, menjelang pemilu US. Pooling kandidat presiden akan menjadi perhatian besar.

Trump, resesi, dan peluang

Terpilihnya Trump bukan hanya dikhawatirkan menyebabkan koreksi bursa, tetapi juga dapat mengakibatkan resesi global baru.

Disisi lain, pembicaraan menghadapi resesi global justru memberi peluang. Bernanke membuka pembicaraan agar FOMC menerapkan bunga negatif. Artinya orang harus membayar untuk simpanan di bank. Bunga negatif FOMC diperkirakan akan berdampak mirip seperti Quantitative Easing. Artinya dana akan mengalir deras ke Indonesia, seperti pada masa resesi US lalu.

Uni Eropa

Kekhawatiran Brexit memukul EU dan mendorong resesi global masih ada. Faktor Brexit baru mulai mempengaruhi ekonomi secara nyata, dan respon ECB untuk saat ini cukup positif dengan stimulus.

Referendum Austria dan Hungaria untuk keluar dari EU 2/10/2016 sekalipun tidak akan mempengaruhi secara langsung, namun dapat memukul ekonomi eropa yang belum pulih dari resesi dengan kekhawatiran efek domino Brexit membubarkan Uni Eropa. Ancaman yang serius masih akan datang tahun depan dari referendum Prancis, Belanda, dan Finlandia.

Krisis ekonomi eropa baru diperkirakan berdampak pada koreksi tajam singkat IDX, namun dalam jangka panjang tidak akan mengubah trend IDX.

Faktor Lokal

Masuknya Sri Mulyani dalam kabinet menyelamatkan pemerintahan Jokowi yang dirundung kesalahan penyusunan anggaran secara sembrono dan sirkus kabinet akibat kesalahan perubahan Menteri lain.

Tax amnesti memberi dampak positif bagi ekonomi, setidaknya hingga 2017. Hingga akhir tahun sentimen positif akan didorong oleh berita pemasukan TA, yang diperkirakan dapat mencapai setidaknya 50% dari target.

Terkendalinya Rupiah, penyerapan anggaran, peningkatan ekspor, dan berbagai faktor lain diperkirakan akan mendorong hasil positif untuk laporan keuangan Q3 banyak perusahaan.

Summary

Secara umum diperkirakan IDX masih memasuki masa bullish, dengan faktor global, khususnya Amerika masih akan mempengaruhi dengan koreksi tajam. Tingkat volatilitas bisa cukup tinggi dalam bulan November.

Faktor penentu dominan:

  • Pemilu US: Trump memberi sentimen negatif selama masa pemilu, kemenangan Trump = koreksi tajam global
  • FOMC: Isu kenaikan suku bunga (20-21/9 & 1-2/11 & 13-14/12)
  • ECB: Stimulus, negosiasi Brexit
  • Referendum Austria-Hungaria 2/10: Keluar EU = koreksi global
  • Laporan Q3 Nasional: Diperkirakan positif

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s