Tokoh Utama Penentu Kemerdekaan Republik Indonesia LN Palar

 

19 Desember 1948, Pasukan KNIL Jenderal Spoor merebut ibukota Republik Indonesia Yogyakarta dalam serangan kilat. Pasukan para komando Belanda merebut lapangan udara Maguwo dalam 25 menit, tanpa satupun korban. Dari Maguwo, pasukan darat Kolonel van Langen masuk ke Yogya. Presiden dan Wakil Presiden RI, Sukarno dan Hatta ditangkap beserta anggota kabinetnya.

operation kraai

Panglima Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit berat, berangkat bergerilya. Sebagai target utama KNIL, rombongan Sudirman menempuh seribu kilometer dalam 8 bulan. Mayjen AH Nasution sebagai Panglima Jawa bersama pasukan Siliwangi berjalan kaki untuk memimpin langsung perang gerilya di Jawa Barat. Kepala Staf TNI Urip Sumoharjo sudah meninggal dunia, administrasi TNI dikelola oleh Kolonel Tahi Bonar Simatupang dari sebuah rumah gerilya di Kulon Progo, Yogya.

Pada 20 Desember 1948, Belanda mengumumkan bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada. Wakil Indonesia di PBB saat itu adalah LN Palar.

ln-palar3

Siapa LN Palar?

Kelahiran Tomohon tahun 1900, ia merupakan pejuang Belanda. Belanda di Eropa, bukan Hindia Belanda. Ia terlibat dalam perlawanan bawah tanah melawan Nazi Jerman di masa PD II. Dan selepas perang tahun 1945, ia menjadi anggota parlemen Negeri Belanda dari Partai Sosial Demokratik. Sekali lagi Belanda, bukan Hindia Belanda.

Dari Negeri Belanda ia menyaksikan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Sukarno dan Hatta. Juga perjuangan Sam Ratulangi serta peristiwa 14 Februari 1946 dimana Manado berhasil direbut oleh pendukung Republik. Rapat umum di lapangan Tikala Manado 22 Februari 1946 mengumumkan Minahasa sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebelum kemudian direbut kembali oleh pasukan KNIL Hindia Belanda.

LN Palar masih di Negeri Belanda sebagai anggota DPR disana hingga tahun 1947 dimana Belanda melakukan invasi pertama. Saat itu sebagai protes, LN Palar segera mengundurkan diri sebagai anggota parlemen Belanda, dan pulang ke Indonesia. Menghadap Presiden Sukarno di Yogyakarta, LN Palar disambut gembira.

Oleh Sukarno, mengingat kepakarannya didunia internasional, LN Palar diangkat menjadi utusan Indonesia di PBB. Pengangkatan LN Palar menjadi utusan Republik Indonesia menggemparkan dunia.

Belanda gempar dengan beralihnya seorang anggota DPR Belanda bergabung dengan RI yang dianggap sebagai ekstrimis dan komunis. Negara-negara sekutu bingung melihat veteran perlawanan (resistant) PD-II dari Eropa menjadi wakil dari Republik Indonesia, sebuah negara yang belum diakui.

LN Palar bergabung dengan Indonesia dalam keadaan tanpa harapan, demi cita-cita kemerdekaan yang sama.

Dalam 2 tahun sejak Pasukan Sekutu Inggris meninggalkan Nusantara 1946, 65,000 tentara KNIL berhasil menduduki seluruh Indonesia. Hanya tersisa beberapa wilayah Hindia Belanda yang belum dikuasai kembali, seperti Aceh, dan beberapa wilayah lain di Sumatera.

ln-palar2

Didepan PBB, Belanda dengan congkak mengatakan bahwa Perjanjian Renville sudah tidak berlaku, dan Republik Indonesia sudah tidak ada. Bahkan kecaman dari DK PBB tidak dianggap oleh Belanda. Belanda mengklaim hak-nya untuk memperoleh kembali jajahannya sebagai anggota Sekutu, seperti sebelum Perang Dunia. Inggris sudah kembali memperoleh jajahannya, sekalipun memberikan kemerdekaan pada India tahun 1947, namun Inggris masih mempertahankan semenanjung Malaya dan Kalimantan Utara sebagai jajahan. Prancis kembali menjajah Vietnam, dengan perang yang lebih besar dibandingkan yang dihadapi Belanda di Indonesia. Amerika Serikat kembali memperoleh koloni-nya Filipina, sekalipun memberikan kemerdekaan pada 1947 namun Amerika masih menjajah sejumlah kepulauan di Pasifik sampai hari ini.

Argumentasi Belanda sangat kuat bahwa Belanda mempertahankan hak-nya sebagai anggota Sekutu. Amerika Serikat, Inggris, apalagi Prancis sebenarnya sama sekali tidak memiliki kepentingan dengan kemerdekaan Indonesia dari Belanda.

Strategi Van Mook untuk mewujudkan Hindia Belanda sangatlah jitu. Untuk meyakinkan bahwa pribumi Hindia Belanda mendukung Belanda, telah dibentuk negara-negara boneka Belanda. Antara lain Belanda membentuk Negara Indonesia Timur 24 Maret 1948. LN Palar secara aktif memprotes pembantukan negara-negara tersebut.

Belanda sangat membutuhkan koloni-nya untuk membangun kembali negaranya yang hancur oleh perang. Memperoleh Indonesia kembali akan memudahkan Belanda meraih kemakmuran seperti sebelum perang. Disamping itu Belanda sudah terlanjur mengeluarkan investasi begitu besar untuk berperang di Indonesia selama 1945 hingga 1948 yang sebagian memanfaatkan dana bantuan Amerika.

Di akhir 1948 dan awal tahun 1949, masa depan Republik Indonesia tidak menentu. Kekuatan sosialis pro-Indonesia yang mengguncang Australia sudah berkurang karena memasuki perang dingin dengan komunisme. Pengaruh dukungan internasional komunis comintern pudar karena TNI sudah menumpas gerakan komunis di Madiun pada September 1948. Negara komunis Soviet sekalipun antipati terhadap Belanda namun tidak lagi begitu membela Indonesia. Negara Cina Komunis belum ada, Cina tengah dalam perang saudara. PRC baru berdiri tahun 1950.

Video Operasi Kraai – Agresi Belanda 19 Desember 1948

Di akhir 1948 dan awal tahun 1949, pasca invasi Belanda kedua, perjuangan Republik Indonesia tinggal bergantung pada Wakil Indonesia di PBB, Mr LN Palar. Beliau didukung oleh Mr AA Maramis yang kebetulan sedang berada di India saat aksi militer Belanda, dan diangkat menjadi Menteri Luar Negeri Pemerintah Darurat RI pimpinan Syarifudin Prawiranegara. Perjuangan ini hanya dapat mengandalkan pengaruh tokoh-tokoh, gereja-gereja dan LSM Kristen di Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.

Umumnya gereja-gereja Protestan di Nusantara sudah dikelola oleh pribumi sejak zaman penjajahan Jepang. Untuk HKBP bahkan para misionaris Jerman sudah mulai diusir Belanda sejak PD-I, namun justru berkembang menjadi gereja terbesar di Asia Tenggara. LSM Kristen yang dimaksud tentu saja kebanyakan adalah LSM misionari, yang paling berpengaruh ke gereja-gereja mainline dan injili di Amerika Serikat. Pengaruh ini disalurkan melalui Partai Republik yang sempat mendominasi pemerintahan Amerika Serikat pada saat itu. Tekanan dari berbagai tokoh Partai Republik inilah yang mendorong pemerintah Amerika Serikat untuk lebih keras berpihak pada Indonesia. Berbeda jauh dengan sikap Amerika Serikat pada Inggris di Malaysia, Kalimantan Utara, apalagi kepada Prancis di Vietnam. Bandingkan bahwa Amerika Serikat tidak berbuat banyak pada aksi militer Prancis di Indochina pada periode yang sama membantai jauh lebih banyak rakyat Vietnam.

Dean G Acheson adalah wakil menteri luar negeri Amerika Serikat pada saat itu, juga merupakan perintis dari Marshal Plan, suatu rencana Amerika untuk membangun kembali ekonomi Eropa. Dean G Acheson merupakan anggota gereja episkopal, dimana ayahnya merupakan bishop episkopal.

NPG x86120; Dean Acheson by Elliott & Fry
Dean G Acheson, penentu pengakuan kemerdekaan Indonesia

Dean G Acheson bertemu dengan menlu Belanda, Dirk U Stikker, yang datang ke Washington untuk acara penandatanganan NATO. Pada 31 Maret 1949, Dean G Acheson menyebutkan mendapat tekanan besar dari Kongres Amerika Serikat, dan mengancam akan mengeluarkan Belanda dari Marshal Plan, kecuali jika Belanda segera mengakui kedaulatan Indonesia.

March 31,1949, Acheson meet Dutch foreign minister Dirk U Stikker (who was in Washington for the NATO signing ceremony), and read him the riot act.
Speaking bluntly, the secretary said that the “deep-rooted conviction on the part of our people” was that the “Dutch were wrong” and “quilty of aggression”. That conviction had produced a negative reaction within Congress that now “gravely jeopardizes the continuation of ECA assistance to the Netherlands”. Only an immediate reversal of Dutch policy -meaning real movement toward Indonesian independence- could remove the specter of a US aid cutoff, Acheson insisted. The Dutch government got the message and soon began the drawn-out negotiations that led, finally, to the transfer of power to an independent Indonesia on Dec 27, 1949.

Terjemahan:

31 Maret 1949, Acheson bertemu menteri luar negeri Belanda Dirk U Stikker (yang berada di Washington untuk acara penandatanganan NATO), dan membacakan kepadanya riot act. Berbicara blak-blakan, ia mengatakan bahwa “kesimpulan yang mengakar mendalam pada sebagian masyarakat kami” adalah bahwa “Belanda bersalah” dan “bersalah atas agresi”. Kesimpulan tersebut telah menghasilkan reaksi negatif dari Kongres (Amerika) dan sekarang “secara kritis membahayakan kelanjutan bantuan ECA (Marshal Plan) kepada Belanda”. Hanya perubahan drastis secara cepat dari kebijakan Belanda -bermakna aksi nyata kearah kemerdekaan Indonesia- dapat menghilangkan desakan pemutusan bantuan Amerika (pada Belanda), desak Acheson. Pemerintah Belanda menangkap pesan tersebut dan langsung bersedia melakukan negosiasi (Konferensi Meja Bundar) yang akhirnya berujung pada pengalihan kekuasaan kepada Indonesia merdeka (RIS) pada 27 Desember 1949.

Ancaman ini efektif menggagalkan rencana Belanda menguasai Indonesia secara langsung. Dalam 3 bulan Belanda mengembalikan Yogyakarta sebagai ibukota Republik Indonesia. Dilaksanakan perundingan Roem Royen, dan sebagai hasilnya, dipersiapkan Konferensi Meja Bundar di Den Haag untuk membentuk Republik Indonesia Serikat yang diakui oleh Belanda.

ln-palar1
LN Palar melobby Prof Philip C Jessup, diplomat Amerika

Pada kalimat Dean Acheson, sangat jelas bahwa yang dimaksud dengan “deep-rooted conviction on the part of our people” adalah masyarakat Kristen Amerika Serikat: Gereja dan ormas mainline dan injili. Sementara “negative reaction within Congress” mengacu pada desakan kuat dari anggota Kongres Amerika Serikat, khususnya dari Partai Republik, agar Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Tekanan ini khusus untuk kemerdekaan Indonesia, tidak untuk Malaysia, Vietnam, Filipina, Guam, dsb. Hal ini menunjukkan keberhasilan diplomasi LN Palar bersama para tokoh lain dalam kondisi seluruh wilayah Republik Indonesia telah ditaklukkan oleh KNIL.

Diplomasi LN Palar masih berlanjut hingga Konferensi Meja Bundar, dimana Republik Indonesia dan Belanda beradu kecerdikan. Rencana Belanda adalah menggunakan negara-negara bagian RIS untuk menguasai Indonesia, sementara Republik Indonesia menggunakan RIS untuk memperoleh kedaulatan dan kemudian mengabsorbsi RIS kedalam NKRI. Pada KMB, LN Palar sebagai veteran pahlawan sekutu dan RI merupakan diplomat yang paling berpengaruh.

KNIL yang memenangkan semua pertempuran akhirnya harus kalah perang, diabsorbsi kedalam APRIS yang terdiri atas TNI lawannya.

Hasil penting yang menguntungkan RI adalah dibubarkannya KNIL. KNIL yang memenangkan semua pertempuran akhirnya harus kalah perang, diabsorbsi kedalam APRIS yang terdiri atas TNI lawannya. Dengan berpulangnya Jenderal Sudirman akibat sakit paru-paru, pimpinan tertinggi Kepala Staf APRIS adalah Jenderal TB Simatupang yang juga merupakan wakil TNI pada KMB. Unik-nya pada tahun yang sama Jenderal Spoor, panglima KNIL-pun juga meninggal oleh sebab yang tidak jelas.

pengakuan-kedaulatan

Moh Hatta menerima kedaulatan RIS dari Ratu Belanda di Negeri Belanda, dan pada hari yang sama, Sultan Hamengkubuwono mewakili Indonesia menerima kedaulatan resmi dari Belanda di Jakarta dengan menggunakan seragam Jenderal TNI (beliau sebagai raja Jawa juga memiliki pangkat Kolonel KNIL namun memilih identitas TNI), diiringi Letkol Daan Yahya, Panglima Jakarta, dan Jenderal TB Simatupang selaku Kepala Staf TNI yang menjadi Kepala Staf APRIS.

Bukan hal yang mudah bagi perwira dan prajurit para mantan pasukan KNIL untuk memberi hormat pada komandan-komandan baru-nya dari TNI, Kepala Staf APRIS Jenderal TB Simatupang, yang merupakan penerus Panglima TNI Jenderal Sudirman.

26 Juli 1950, 7 bulan setelah KMB, KNIL resmi dibubarkan. Banyak perwira KNIL yang sakit hati, bahkan memberontak. Satu-persatu pemberontakan dipadamkan. Pemberontakan Westerling si jagal Sulawesi Tenggara digagalkan di Jawa Barat. Andi Azis, perwira elit KNIL yang berhasil membentuk unit pasukan elit, memberontak di Makassar. Pasukan ini dihadapi oleh APRIS dari ex unsur elit TNI, Batalion Worang, yang berasal dari pasukan elit barisan istimewa KRIS, Kerapatan Rakyat Indonesia Sulawesi, yang awalnya dipimpin oleh Kolonel Worang. Pada pemberontakan Andi Azis ini Kolonel Kawilarang menyaksikan kehebatan pasukan elit KNIL, yang dalam jumlah sedikit namun sangat efektif, bahkan menewaskan Kolonel Slamet Riyadi. Terinspirasi dari pemberontakan ini, Kawilarang kemudian meminta veteran KNIL Kapten Visser untuk melatih kesatuan komando TT III/Siliwangi yang kemudian menjadi Kopassus.

Terserapnya KNIL kedalam TNI menjadi kunci akhir upaya Belanda menguasai Indonesia. Kemerdekaan Indonesia diakui dunia pada Desember 1949 sebagai Republik Indonesia Serikat. Dan LN Palar menyempurnakan keberhasilannya dengan memperoleh pengakuan Indonesia sebagai anggota PBB ke-60. LN Palar yang mulai sebagai utusan RI yang tidak diakui sebagai negara berdaulat, kini menjadi utusan Republik Indonesia Serikat yang berdaulat penuh. LN Palar dengan penuh kebanggaan mengibarkan bendera merah putih di PBB.

Menghadapi ancaman disintegrasi akibat federalisme, strategi lama Sam Ratulangi (meninggal dunia karena gangguan kesehatan akibat dipenjara oleh Belanda) diulangi oleh para penerusnya. Sejumlah kaum nasionalis Indonesia pulang ke daerah masing-masing dari Jawa. Dewan Minahasa, misalnya, secara mutlak didominasi oleh kalangan republiken. Tak berapa lama seluruh negara-negara anggota RIS terserap kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan diselenggarakan pemilihan umum demokratis tahun 1955.

LN Palar meninggal dunia 13 Februari 1981, dan diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Pahlawan Nasional tanggal 8 November 2013.

LN Palar memegang peranan penting dan utama untuk pengakuan internasional kemerdekaan Republik Indonesia, dan keberhasilan Indonesia mengakhiri penjajahan Belanda. Peran tersebut dapat dilaksanakan oleh LN Palar berkat dukungan gereja-gereja dan lembaga Kristen, terutama yang mempengaruhi Partai Republik di Amerika Serikat. Puncaknya adalah keterlibatan Dean G Acheson yang mengancam Belanda untuk mengakui kedaulatan Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s