Surat Terbuka menanggapi Surat Terbuka Pdt Mangapul Sagala terkait Zakir Naik

Surat terbuka untuk YTH, hamba Tuhan, pembimbing, dan guru kami bapak Pdt Dr Ir Mangapul Sagala, MTh.

Dengan hormat,

Kami penganut agama Kristen Protestan dari mahdzab yang serupa dengan Pak Mangapul Sagala, dan sudah pernah beberapa kali menghadiri dan mendengarkan khotbah Bapak, sejak mahasiswa, di HKBP, acara Perkantas, dan pada seminar lain.

Kami membaca postingan yang menyebar di media sosial berjudul Surat Tebuka kepada Presiden dan Kapolri dan Umat Kristen di Indonesia (Perihal Ceramah Zakir Naik).

Kami sangat prihatin dan terkejut membaca saran Bapak agar seorang pembicara agama dilarang masuk ke Indonesia hanya karena keyakinannya berbeda. Besar harapan kami tulisan tersebut bukan dari Bapak dan dapat diluruskan oleh Pak Sagala. Seandainya berasal dari penulis lain, maka mohon surat saya dibaca sebagai tanggapan pada penulis asli surat terbuka tersebut.

Indonesia adalah negara demokrasi Pancasila, dimana semua ajaran boleh hidup selama tidak bertentangan dengan perundangan yang berlaku. Hanya komunisme yang tidak boleh diajarkan di Indonesia. Terorisme, ajakan kekerasan dan melawan hukum tentu juga harus diusir dari Indonesia.

Dalam Surat Terbuka tersebut sama sekali tidak diberikan bukti-bukti atau bahkan sekedar indikasi bahwa Zakir Naik mengajarkan terorisme, kekerasan, atau melanggar hukum. Yang menjadi dasar penolakan hanyalah perbedaan interpretasi teologis antara agama Islam dan Kristen.

Bahkan aliran sesat yang dianggap menghujat Kristen Protestan, keyakinan Pak Sagala, boleh diajarkan di Indonesia. Saksi Yehova, Mormon, Advent, bebas di negeri ini, dan masing-masing memiliki ajaran yang pasti dinilai menghujat oleh Pak Sagala dan teolog Kristen lain. Baik menghujat ketuhanan Yesus, Roh Kudus, keselamatan, akhir zaman, atau ajaran lain yang kita yakini.

Agama Kristen Protestan yang diajarkan pak Sagala sendiri adalah menghujat bagi Katholik, misalnya dengan tidak mengakui tahta Petrus, Pontifex Maximus di Roma, yang diyakini pemeluknya memperoleh kunci kerajaan sorga langsung dari Kristus. Apalagi bagi ajaran Islam, dengan tidak mengakui Muhammad sebagai nabi Allah yang terakhir, pak Pendeta dan saya sudah menghujat Islam.

Mengenai penafsiran kitab suci, Kristen Protestan menista agama Yahudi dengan membuat interpretasi berbeda tentang Perjanjian Lama: Kitab Taurat dan Kitab Para Nabi, kitab suci agama Yahudi. Interpretasi menghujat itu yang diajarkan Pak Sagala setiap minggu di gereja dan dalam penelaahan Alkitab, khususnya pada paskah esok. Paskah ajaran Yahudi diberikan penafsiran jauh berbeda oleh umat Kristen. “Menista, menghujat dan menyesatkan” itu sesungguhnya adalah sekedar perbedaan kepercayaan. Adalah wajar bagi agama Islam yang lahir sesudah agama Kristen untuk turut memiliki interpretasi atas Alkitab maupun ajaran-ajaran Yesus.

Disinilah letaknya toleransi dan Bhineka Tunggal Ika. Kita, penganut kepercayaan yang berbeda harus mampu menerima perbedaan tanpa harus saling mengusir para pengajar, ustad, dai, dan penginjil yang memberitakan keyakinannya, sekalipun dirasakan menista keyakinan kita.

Kalau Pak Pendeta tidak mau mendengar khotbah Zakir Naik, JANGAN DITONTON video dan acaranya. Tapi jangan menolak orang menyampaikan keyakinannya, atau datang ke Indonesia hanya karena ajarannya.

Menanggapi Catatan-catatan

Terkait catatan-catatan pada surat tersebut, saya menanggapi sebagai berikut:

POIN PERTAMA: menunjukkan Pak Sagala kurang paham tentang konsep kesatuan dan keharmonisan antar umat beragama. Justru surat Pak Sagala yang melarang interpretasi teologis agama lain, itu yang potensial merusak keharmonisan antar umat beragama. Interpretasi dan keyakinan bebas diungkapkan di Indonesia. Keharmonisan dan toleransi bukan berarti kesamaan ajaran dan bukan ancaman ketakutan untuk menyatakan iman karena dianggap menista agama lain.

POIN KEDUA: merupakan penilaian politik praktis yang selain tidak berdasar juga tidak pantas dilakukan seorang Pendeta Kristen Protestan. Ajaran Kristen Protestan melahirkan pemisahan antara politik praktis dengan gereja / ulama. Seandainya Pak Sagala bermaksud mengembangkan tafsir politik, seyogyanya Pak Sagala berpindah profesi menjadi politisi dan meninggalkan profesi Pendeta / ulama Kristen Protestan. Pemisahan agama dengan politik praktis yang dilahirkan oleh gerakan Protestan merupakan inti dari demokrasi moderen.

Politik praktis (politik kekuasaan) berbeda dengan politik kebenaran dan keadilan, serta politik kebangsaan, yang harus ikut diperjuangkan oleh semua Pendeta / ulama dan semua agama.

POIN KETIGA: yang dinilai Pak Sagala, teolog Kristen, sebagai kekacauan pemahaman adalah pemahaman teologi Islam dari seorang ulama Islam. Perbedaan ini merupakan hal yang tepat untuk dibahas oleh seorang Pendeta seperti Pak Sagala, secara akademis atau teologis. Tetapi sangat tidak tepat kalau berujung pada pernyataan kebencian seperti “menyesatkan”, “fitnah pada agama Kristen”, “seharusnya dihukum”, dsb, yang merupakan sikap dari kalangan radikal yang tidak mampu menerima perbedaan.

Pada poin ini Zakir Naik pada video-nya menyampaikan pandangan dalam konteks agama Islam, bukan dengan maksud jahat, sementara Pak Sagala justru menjunjukkan ketidakmampuan menjelaskan kebenaran keyakinan Pak Sagala dalam konteks agama Kristen, sehingga beralih pada ad-hominem.

Kasus Gubernur Purnama yang diacu oleh Pak Sagala jelas berbeda. Ahok sebagai seorang pejabat publik sangat tidak pantas membicarakan tafsir agama pada acara resmi Pemda. Hal ini di negara manapun jelas melanggar etika, apalagi dilakukan berulang kali. Mengenai hukum mari kita serahkan kepada sistem hukum Indonesia yang sedang berjalan.

“Menyesatkan dan fitnah terhadap agama Kristen” itu merupakan logika konyol yang ditujukan pada semua pengajar Islam yang memiliki tafsir serupa dengan Zakir Naik. Namun dengan logika sesat ini berlaku pula sebaliknya: banyak pengajar Kristen, termasuk Pak Sagala, menyesatkan dan memfitnah agama Islam dengan hanya tidak mengakui Al-Quran. Atau padanan persisnya: dengan menafsirkan Taurat secara berbeda dari umat Yahudi. Mohon direnungkan pada paskah nanti, saat Pak Pendeta mengajarkan ajaran Paskah terkait Taurat yang menista ajaran Yahudi namun menurut keyakinan Pak Pendeta adalah kebenaran mutlak, rencana penyelamatan Allah.

POIN KEEMPAT: terdengar seperti statemen radikal dari agama non-Kristen. Orang Kristen percaya pada keselamatan dari Allah, melalui kuasa Roh Kudus bagi orang-orang yang ditetapkan untuk diselamatkan, yaitu yang percaya pada penebusan Kristus. Tidak pernah ada istilah menista agama Kristen sepanjang sejarah Kristen Protestan.

Pindah agama dari Kristen ke agama Islam adalah hak masing-masing pribadi. Lebih baik seorang menjadi mualaf daripada KTP Kristen tapi tanpa keselamatan. Masa saya harus menjelaskan ilustrasi jembatan pada master-nya. Tentu Pak Pendeta jauh lebih paham, bahwa tidak ada kekhawatiran penistaan dan penyesatan dalam Kristus karena bagi mereka yang percaya mereka sudah pindah dari dalam maut kedalam hidup.

Seharusnya Pak Sagala mendoakan dan menjelaskan ketidak mengertian Zakir Naik. Beritakan injil, bukan memberitakan ketakutan Pak Sagala pada penistaan dan penyesatan. Apalagi mengadu pada Presiden dan Kapolri agar orang di-cekal. Seperti orang yang Allah-nya tidak hidup dan tidak berkuasa.

POIN KELIMA: Ini sangat baik. Seharusnya isi buku itu yang dibagikan oleh Pak Pendeta.

POIN KEENAM: Wajar saja kalau ada perbedaan antara tafsir Kristen Pak Pendeta Sagala dengan tafsir Islam ustad Zakir Naik. Kalau menurut Pak Pendeta ada kesalahan pada pernyataan Zakir Naik, silahkan dijelaskan dengan kasih. Kalau umatnya dirasa kurang mengerti, silahkan diberikan pengajaran yang lebih baik. Kalau ingin berdebat dengan Zakir Naik, silahkan diundang atau di-jawab di YouTube.

Zakir Naik merupakan salah satu pedebat dalam perdebatan teologi Islam dan Kristen internasional. Sekalipun belum selevel dengan pedebat papan atas setingkat Ahmad Deedat, dsb, (yang pernah berdebat dengan pedebat Kristen papan atas pula), namun Zakir Naik cukup populer. Akan sangat menarik jika Pak Sagala menjawab kesalahan-kesalahan Zakir Naik, bahkan berdebat dengan beliau, sebagai para teolog, dalam debat lintas agama seperti dilakukan di negara lain. Tanpa harus mengusir dari Indonesia atau menyerang secara pribadi seperti pada statemen lain di surat tersebut.

POIN KETUJUH: Semangat Pak Sagala untuk berdiskusi dengan Zakir Naik sangat baik, namun tidak konsisten dengan pernyataan Pak Sagala yang ingin mengusir beliau dari Indonesia, dan “harus menghentikan ceramah-ceramah publiknya tentang Alkitab dan Kristen”. Keduanya saling bertentangan, dan dengan desakan untuk berhenti menyatakan imannya, Pak Sagala menunjukkan mentalitas anti-demokrasi, anti-Kristen, dan merendahkan para rasul serta pendakwah sepanjang masa.

Para rasul dan pendakwah disini adalah para rasul dan pendakwah Kristen, mulai dari ke-12 rasul hingga Ompui Nomensen, rasul tanah Batak, dari Stefanus di Palestina hingga Petrus Oktavianus di Nusantara, dari Diana Frost di Bandung, sampai Joko Kristiono di Kamboja. Mereka adalah para penginjil yang pergi ke negara-negara yang jauh dari tempat tinggalnya, mengajarkan tentang imannya yang “menyesatkan” dan “menista” agama-agama lain.

Penutup

Surat terbuka “pengaduan penistaan” ini sangat memalukan bagi umat Kristen, dan saya pastikan sangat tidak menyenangkan bagi sebagian umat Islam (kalau bukan seluruhnya).

Zakir Naik boleh ditolak masuk ke Indonesia, seandainya Polri menerima tuduhan yang kredibel bahwa beliau mendukung terorisme dan kekerasan atau mendorong mengganti Pancasila dan NKRI. Namun tuduhan tersebut seyogyanya dilengkapi bukti yang sah, serta datang dari kalangan Islam atau negara lain, bukan dari guru saya, Pak Pendeta Mangapul Sagala.

Atas perhatian Bapak saya ucapkan banyak terima kasih, mohon kelancangan saya dimaafkan, semata-mata demi negeri yang kita cintai dan untuk memohonkan berkat Tuhan bagi kita semua.

Bersama surat ini, seandainya ada teman-teman muslim tersakiti oleh surat terbuka guru kami Pak Pendeta Sagala, saya mohon dibukakan pintu maaf. Bagi yang berbesar hati, kami ucapkan terima kasih.

Mewakili umat Kristen Indonesia, saya menyambut kehadiran Zakir Naik dan pendakwah Islam lain di seluruh Indonesia, dan mempersilahkan melakukan aktifitas dakwah Islam, termasuk berusaha mengislamkan orang-orang Kristen dengan pengajaran, sepanjang tidak mendukung terorisme, tidak menganjurkan kekerasan, dan tidak menggugat Pancasila dan NKRI. Pemerintah dan kepolisian kami dukung untuk menyambut dan menjamin keamanan dan ketertiban dakwah ulama-ulama Islam, termasuk di daerah-daerah Kristen. Insya’allah, jika dilakukan dengan tulus, semoga Allah yang hidup, dan yang memberi upah bagi orang yang sungguh-sungguh mengasihi Dia, berkenan menghargai dakwah ustad Zakir Naik, dan menganugerahkan penyataan Allah kepada ybs, seperti kepada Paulus di jalan menuju Damsyik.

Kiranya Allah Yang Maha Kuasa memberkati Pak Pendeta Mangapul Sagala, Zakir Naik, para ulama, pemerintah Indonesia, dan seluruh bangsa Indonesia.

Selamat Paskah, hari ke-lima belas bulan April, dua ribu tujuh belas tahun pemerintahan Tuhan kita Yesus Kristus, Firman Allah yang hidup, yang oleh-Nya manusia diciptakan, diselamatkan, dibangkitkan, dan dihakimi, yang kuasanya tidak akan berakhir.

 

Jakarta, Selasa, 11 April 2017

Mudy Situmorang

Iklan

9 thoughts on “Surat Terbuka menanggapi Surat Terbuka Pdt Mangapul Sagala terkait Zakir Naik

  1. Terima kasih saya haturkan kepada anda atas penilain objektifnya atas kasus ini. Karena tentunya kita sepakat bahwa apa yang dilakukan dr. Zakir adalah syah secara aturan negara yang berlaku dan tak dapat digugurkan oleh argumen yang berdasarkan undang-undang yang berlaku pula.

  2. Kristen memiliki pandangan demikan karena Yesus disalib karena tafsir-nya yang dinilai menista tafsir Sanhedrin. Demikian pula para murid-nya membuat tafsir atas agama-agama yang ada dan dinilai menista agama-agama lain itu.

    Karena itu tidak boleh diulangi oleh orang Kristen, karena hal seperti itu (menghukum orang karena tafsir) menghina Kristus dan pengikutnya.

  3. Segala sesuatu lihat konteks bang jgn asal comot ente iru dh bener pak sagala kalau ada saudara kita tersetat karna ajaran ZN loe mau diem aje loe BEGO BGT…….

    1. Kami orang Kristen tidak takut dengan penyesat. Orang Kristen yang belum diselamatkan, belum menerima Yesus, menolak anugerah keselamatan dari Allah, sebaiknya memang pindah agama. Supaya setidaknya menikmati kehidupan di dunia ini.

      Alkitab sudah mengatakan bahwa penyesatan pasti ada. Bahkan Anti-Kristus.

      Statemen saya ini adalah pandangan RESMI orang Kristen, khususnya dari seluruh mahzab Kristen Protestan. Agama Kristen Protestan menolak kriminalisasi dan pengusiran siapapun hanya karena pendapat dan tafsir selama bukan anjuran untuk melakukan kekerasan.

  4. Kita orang Kristen yang mengasihi Kristus harus melakukan segala perintah Kristus dengan dipimpin oleh Roh Kudus.
    Daftar pengingat perintah Kristus dapat dibaca dalam https://perintahkristus.wordpress.com
    Orang Kristen akan sepakat kalau yang dilakukan tidak bertentangan dengan segala perintah itu. Sebaliknya, kalau bertentangan dengan segala perintah Kristus itu maka akan terjadi masalah.
    Kasusnya ialah Zakir Naik pedebat Islam diundang panitia berbicara dalam pertemuan terbuka di berbagai kota di Indonesia. Ia menyangkal Yesus Kristis adalah Tuhan. Dalam Alkitab jelas dinyatakan bahwa roh yang menyangkal Yesus Kristus itu adalah roh antikristus, bukan Roh Allah (1Yoh 2:22; 4:3; 2Yoh 1:7).
    Jadi pertanyaan yang perlu digumuli orang yang mengasihi Tuhan ialah: Apa perintah Kristus dalam menghadapi orang atau gerakan yang dikuasai oleh roh antikristus?
    Pilihannya antara lain: memberangusnya atau meminta Pemerintah mengusirnya. Kelihatannya itu yg dipilih Pak Sagala.
    Masalah muncul karena Kristus tidak pernah perintahkan demikian. Roh Antikristus itu akan terus ada sampai Kristus nanti datang menangkapnya dan memasukkannya ke neraka (Why 20:10).
    Perintah Kristus ialah agar kita melawan roh itu dengan perlengkapan senjata Allah (Ef 6:11-18). Dustanya kita lawan dengan kebenaran.
    Kalau kita perhatikan, inti argumentasi roh itu menipu orang ialah: “Tunjukkanlah satu ayat dalam Alkitab dimana Yesus berkata:’Aku adalah Allah, sembahlah Aku!'”
    Ia tidak peduli bahwa Yesus mengampuni dosa dan hanya Allah yang dapat mengampuni. Ia hanya mau mengacaukan pikiran orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh saja untuk membuktikan dalilnya yakni Yesus adalah utusan Allah.
    Nah, coba tanya dia: “Di mana Alkitab pernah sebutkan:’Aku Yesus adalah utusan Allah, jangan sembah Aku'” Tidak ada juga.
    Logikanya kacau karena roh dusta.
    Coba logika ini untuk lebih jelas:
    Di mana ada tertulis ZN berkata:”saya ZN adalah laki-laki yang mandi pakai air”. Tidak pernah ada di surat pernyataan ZN. Namun hal itu bukanlah membuktikan bahwa ZN adalah perempuan yang mandi pakai air keras.

    Meskipun demikian marilah kita saling mengasihi seperti Kristus mengasihi kita.
    Damai di bumi di antara orang yang berkenan kepada Tuhan.

  5. Bagus segala ulasan Mudy tentang pemahaman wawasan kebangsaan. Jika seluruh masyarakat kita memiliki pandangan sama seperti anda pasti Kristus akan dg cepat dtng kedunia…krn nilai2 KerajaanNya sdh menyebar ke seluruh penjuru Indonesia yg tercinta ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s