Ibadah Minggu GBI Rehobot – Mall Artha Gading

Review ibadah minggu di GBI Rehobot, Mall Artha Gading, April 2017. Penulis anggota Gereja mainline Protestan GPIB, namun cukup sering beribadah di gereja lain.

Suatu minggu pagi sebelum doa pagi saya merasa terdorong untuk bergereja di Mall Artha Gading dan menulis review ibadah ini. Setelah doa pagi segera saya google “gereja mall artha gading”, dan muncul GBI Rehobot.

GBI Rehobot merupakan gereja kharismatik terkemuka dalam kelompok gereja GBI yang juga berafiliasi pada PGI.

Latar Belakang

GBI merupakan buah dari pelayanan hamba Tuhan suku Tionghoa yang legendaris, HL Senduk, yang awalnya dari gereja Pentakosta di Indonesia dan Full Gospel, yang menjadi berkat luar biasa bagi bangsa Indonesia. Masyarakat Tionghoa diberkati Tuhan dengan sejumlah nama besar pasca generasi HL Senduk, mulai dari Pdt Alex, Pdt Yusak, Pdt Pariaji, dilengkapi oleh Ref Stephen Tong pada gerakan reformed, serta banyak gereja/ministri lain seperti GSJA, Aba Love, Mahanaim, dsb.

Bersama gerakan Kharismatik, Reformed, dan Injili lain, GBI mengalami penuaian besar selama 4 dekade, khususnya dari pertobatan besar-besaran di kalangan suku Tionghoa di perkotaan. Gereja-gereja mainline protestan umumnya kental berbasis kedaerahan, atau memiliki komunitas kedaerahan yang bukan hanya tidak menjangkau, bahkan cenderung membuat keturunan Tionghoa tersisihkan.

Selama dekade penuaian itu banyak orang Tionghoa menjadi Kristen, dan sebagian yang sebelumnya Kristen nominal menjadi aktif dalam pelayanan. Tidak hanya menjadi berkat bagi masyarakat Tionghoa, GBI membuka diri untuk menjadi berkat bagi suku-suku lain, baik yang pindah dari gereja-gereja mainline Protestan, maupun yang sekedar menjadi partisipan. Trend ini didukung oleh peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di perkotaan. Tahun 90-an di Surabaya, misalnya, di satu gereja terjadi baptisan ratusan orang setiap minggu.

GBI Rehobot

4 dekade penuaian mendorong Reformed, GSJA, GBI dan berbagai splinter-ministry-nya berkembang sebagai pelayanan urban yang dominan. Mulai dari Mawar Sharon, Tiberias, Bethany, dan sejumlah gereja lain yang tetap bergabung dalam GBI: Keluarga Allah, Rehobot, GL ministry, dan banyak lainnya.

GBI Rehobot yang juga dikenal sebagai Rehobot Ministry didirikan dan dipimpin oleh gembala sidang Pdt Dr Erastus Sabdono, seorang Hamba Tuhan yang dipenuhi Roh Kudus dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Rehobot memiliki internet presence yang sangat baik. Cukup search di google dan kita bisa melihat jam kebaktian-nya. Situs-nya juga termasuk bagus, informatif, dan didisain dengan elegan: rehobot.org.

Hampir setiap hari terdapat ibadah Rehobot Ministry di sekitar 10 tempat.

Rehobot – Artha Gading

Jam kebaktian di Mall Artha Gading terbilang unik, jam 11.00 s/d 13.00 dan jam 18.00 s/d 20.00. Tapi mungkin jam yang sangat cocok untuk ibadah di mall.

Keamanan gereja terbilang cukup baik, dengan kehadiran aparat, serta petugas keamanan dengan dektektor metal yang memeriksa semua yang masuk. Sangat banyak CCTV di dalam ruangan. Tentunya dilapis oleh pengamanan masuk mall yang sudah cukup ketat. Salah satu keunggulan gereja di mall adalah rasa aman pengunjung oleh standar keamanan mall.

Ruang kebaktian Rehobot Hall berkapasitas lebih dari 1,000 orang. Panggung dilengkapi grand band yang memiliki banyak peralatan musik, jauh diatas kelengkapan band standar. Tingkat kenyamanan sangat tinggi, dengan AC sentral ber-suhu dingin standar mall, sound system multi speaker tersebar, 2 proyektor besar. Satu kelemahan ruang adalah pilar-pilar mall yang menutupi panggung depan, hal yang biasa terjadi pada gereja ruko. Kelemahan ini ditutupi oleh puluhan LCD layar lebar yang terpasang di setiap pilar sehingga semua jemaat setidaknya bisa melihat layar monitor. Operator kamera video sangat profesional, membuat puluhan layar monitor menjadi sangat efektif.

Buku warta jemaat yang dibagikan sangat profesional. Ringkas dan padat berisi garis besar informasi kegiatan jemaat. Rehobot Ministry, dengan Rehobot Kids, Rehobot Teen, Rehobot Youth, Rehobot Young Adult, Rehobot Woman, dan Rehobot Music.  Terdapat berbagai kebaktian tengah minggu, PA, dan seminar.

Pembukaan

Kebaktian dibuka dengan paduan suara remaja, dengan sebuah lagu paskah. Lagu berbahasa inggris ini dinyanyikan dengan satu bait terjemahannya bagi jemaat yang tidak mengerti. Sangat bijaksana.

Video: Vocal Group

MC, song leader, dan sejumlah penari membangun suasana ibadah. Sayangnya struktur bangunan yang memiliki banyak pilar besar menutup pandangan menyeluruh dari panggung. Mayoritas jemaat harus bergantung pada tampilan monitor dari para petugas video.

Pdt Erastus Sabdono merupakan hamba Tuhan yang diurapi dengan berbagai karunia dan talenta, diantaranya menciptakan lagu. Salah satu lagunya yang populer berirama pop-dangdut: “Suka-suka-Mu Tuhan”.

Video: Suka-suka Mu Tuhan

Sekilas nadanya mungkin terdengar seperti kurang sopan pada Tuhan, tidak seperti lagu-lagu pujian biasa. Tetapi jika direnungkan kata-kata dan makna lagu kita dapat merasakan makna yang sangat mendalam dari si pembuat lagu, Pdt Sabdono, yang benar-benar penuh penyerahan pada Tuhan. Dengan nada yang akrab di kalangan penggemar pop dangdut, lagu Pdt Sabdono menjangkau kalangan luas tersebut.

Pujian dan penyembahan termasuk ringkas, terasa kurang bagi penggemar acara penyembahan. Tidak ada sesi bahasa roh/bahasa lidah. Tidak ada perjamuan kudus. Tidak ada sesi persembahan. Persembahan dapat diberikan melalui amplop yang disediakan dan kotak persembahan yang tersebar.

Khotbah

Kebetulan sekali pada hari itu Pdt Erastus Sabdono sendiri yang berkhotbah. Baru mulai sudah terasa bahwa beliau dipenuhi Roh, berbicara tentang hal-hal rohani yang dalam, yang jarang terdengar di gereja urban populer. Beliau bicara bahwa semua pengikut Yesus adalah hamba Tuhan, karena sudah dibeli oleh penebusan Kristus. Bukan hanya para pekerja dan pendeta. Hamba harus menyukakan Tuan-nya, dan berusaha agar Tuan-nya berkenan. Hamba Allah harus menyenangkan Allah. Sebaliknya Pendeta dan pekerja Kristen yang tidak menyenangkan Tuhan bukan hamba Tuhan.

Menyinggung Pilkada DKI, Pdt Sabdono tampak berupaya untuk tetap netral, tidak masuk dalam lingkup politik praktis. Sangat kontras dengan beberapa pendeta kharismatik lain yang memindahkan mimbar gereja ke jalur politik praktis. Di minggu sebelumnya, di sebuah gereja mainline penulis mendengar seorang Pendeta membuat doa syafaat politik mendukung calon Gubernur DKI, padahal gereja tersebut di Jawa Barat. Fanatik yang tidak memahami pemisahan politik praktis dengan gereja.

Pdt Sabdono tidak masuk dalam politik praktis namun berperan dalam politik kebenaran dan kebangsaan, menyerukan agar orang Kristen tidak terlibat korupsi.

Pdt Erastus Sabdono berkhotbah sambil sesekali menyanyikan lagu-lagu baru yang terkait dengan khotbah-nya. Tentang kematian, kehilangan, dan komitmen untuk hidup kudus dan berkenan pada Allah. Tema ini merupakan salah satu ciri khas beliau: mengingatkan jemaat pada kematian untuk mendorong komitmen hidup kudus, bergaul dengan Allah.

Penekanan ini membedakan Rehobot dari GBI dan gereja urban lain yang umumnya beraliran kemakmuran atau aliran pop-kharismatik lain.

Konsep Perpuluhan dan Persembahan

Satu hal yang menarik dari Gereja Rehobot adalah tidak ada acara pengumpulan persembahan, dan tidak menganut kewajiban perpuluhan. Hal ini ditegaskan oleh sang gembala sidang pada akhir acara.

Urban ministry merupakan pelayanan yang sangat mahal. Mulai dari menyewa gedung, operasional, sampai membiayai pekerja dan pelayan penuh waktu. Sebagian gereja-gereja kharismatik mengandalkan teologi kemakmuran untuk menghasilkan pemasukan yang memadai bagi kelangsungan pelayanan-nya.

Di satu ibadah minggu penulis mengalami sang pendeta berbicara khusus soal kebutuhan uang selama 30 menit, dan mengecam mereka yang membawa mobil dan hanya memberikan persembahan 20 ribu rupiah. Gereja-gereja mainline umumnya menegaskan kewajiban perpuluhan untuk menanggung biaya rutin, disamping persembahan khusus, pengucapan syukur, dan sebagainya. Satu gereja melakukan kampanye 2.000 sehari untuk menambah pemasukan.

Secara teologi, tidak ada kewajiban perpuluhan bagi umat Kristen. Orang Kristen mempersembahkan hidupnya pada Allah, dan 100% hartanya untuk kemuliaan Allah. Namun gereja yang demikian terancam kesulitan beroperasi dan kekurangan. Apalagi bagi gereja-gereja tanpa hype kemakmuran.

Dalam bahasa ekonomi, gereja urban tanpa doktrin perpuluhan merupakan model bisnis yang tidak sustainable. Dalam bahasa rohani gereja seperti ini bisa jadi mengandalkan Allah, dan berbasis pada jemaat inti yang dewasa secara rohani, yang seluruh hartanya dipersembahkan pada Allah seperti hidupnya. Ini yang nampaknya dicoba dibangun dan dipelihara oleh Pdt Erastus Sabdono. Sampai hari ini kita mengetahui bahwa tangan Tuhan menyertai beliau.

Dari Jemaat Populer ke Jemaat Dewasa

Rehobot Ministry mengandalkan pengajaran untuk membangun komunitas pendukung pelayanan.

Pasca 4 dekade penuaian, Rehobot Ministry merupakan satu trend penguatan jemaat. Beralih dari trend pertumbuhan kuantitas jemaat menjadi pertumbuhan kualitas rohani. Dengan tidak mengandalkan hype kemakmuran, meninggalkan taurat perpuluhan, gereja ini memilih jalan yang lebih sempit. Tidak mengejutkan jika Rehobot Ministry mengembangkan jemaat inti yang dewasa secara rohani, tahan terhadap berbagai terpaan badai. Jemaat yang hidup kudus bukan karena ingin kaya raya, bebas pisau operasi, tetapi merindukan Allah berkenan.

 

 

Seperti kata DR Stanley Heath, “Tak Mengambang dan Tak Meleset”.

 

Gereja GBI Rehobot – Mall Artha Gading

  • Kebaktian minggu: 11.00-13.00 & 18.00-20.00
  • Aliran: Protestan (PGI) Kharismatik (GBI) gereja urban
  • Lokasi: Rehobot Hall, Mall Artha Gading Lantai 5, Kelapa Gading, Jakarta Utara
  • Ruang: mall berkolom
  • Monitor: 2 proyektor + multi 42″ LCD (30)
  • Kapasitas kursi: > 1000
  • Suhu: AC sentral standar suhu mall
  • Musik: Full band besar, Sound system: multi posisi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s