Presiden RI Paling Sukses Hingga Tahun 2024

Dari penilaian yang dilakukan berdasarkan analisa mendalam atas seluruh Presiden RI, ditemukan bahwa Presiden Jenderal TNI (purn) Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden paling sukses sepanjang sejarah Republik, setidaknya hingga tahun 2024.

Mengapa tahun 2024? karena Presiden selanjutnya baru bisa dinilai lebih sukses dibandingkan Presiden SBY setelah 2 periode, yaitu 2014 – 2019 dan 2019 – 2024. Sebelum itu status “Presiden Paling Sukses” akan tetap dipegang oleh Presiden SBY.

 

Penilaian

Penilaian mencakup 55 item, masing-masing dengan nilai skala 4 yang disesuaikan dengan kondisi pada masa pemerintahan sang Presiden. Pada masa Sukarno dan Suharto, misalnya tidak ada penilaian tentang penetrasi dan bandwidth internet.

Penilaian keluarga dimasukkan dalam 3 item mengingat nilai-nilai keluarga merupakan nilai mendasar bagi negara Pancasila. Indonesia sangat membutuhkan pemimpin dengan nilai-nilai keluarga yang baik. Nilai keluarga juga bermakna teladan dalam menghadapi ledakan demografi yang mengancam keberhasilan pembangunan Indonesia.

Penilaian tentang akhir jabatan dibuat terpisah sehingga terdapat penilaian khusus untuk akhir masa jabatan. Beberapa presiden cukup sukses pada awal masa jabatan, namun pada akhir masa jabatan menyisakan beban besar bagi rakyat.

 

Kontestan

Dari 9 orang Presiden RI, ada 3 Presiden RI yang melampaui dua periode kepresidenan: Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada era Soekarno dan Soeharto tidak ada batasan dua periode, sehingga Presiden yang memerintah lebih dari dua periode juga dapat dipandang sukses.

presiden_1

KH Abdurrahman Wahid

Presiden Gus Dur, KH Abdurrahman Wahid diyakini Penulis sebagai Presiden paling baik yang pernah memimpin Republik Indonesia. Dalam masa pemerintahannya yang singkat beliau melakukan begitu banyak hal yang positif. Namun sulit memasukkan dalam kategori Presiden yang sukses, karena secara tragis, beliau diturunkan oleh Parlemen.

Megawati Sukarnoputri

Presiden Megawati Sukarnoputri juga memiliki cukup banyak prestasi, namun beliau tidak pernah memenangkan pemilu, sehingga sulit disebut sebagai Presiden yang sukses. Kegagalan beliau menjadi Presiden pada pemilu 1999 dan 2004 menunjukkan adanya penolakan yang cukup besar.

Mr Syafruddin Prawiranegara

Ketua PDRI Mr Syafruddin Prawiranegara sering tidak dimasukkan kedalam daftar Presiden RI karena yang bersangkutan tidak pernah menggunakan titel Presiden. Namun mengingat dalam tahanan musuh seseorang tidak dapat dikatakan sebagai Presiden, sedangkan UUD 1945 yang berlaku saat itu jelas menyebutkan bahwa Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan RI adalah Presiden, dan bahwa Mr Syfruddin Prawiranegara secara resmi melakukan serah terima Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dari PDRI kepada Ir Soekarno dan Moh Hatta, maka Mr Syafruddin Prawiranegara adalah salah satu Presiden Republik Indonesia 1948 sampai dengan serah terima tahun 1949. Sekalipun dikategorikan sebagai Presiden, namun tentu tidak dapat disebutkan sebagai Pesiden yang sukses karena hanya menjabat beberapa bulan, tanpa melalui pemilihan umum.

Mr Assaat

Mr Assaat adalah pejabat Presiden RI pasca KMB Desember 1949 hingga RIS dinyatakan bergabung kedalam NKRI pada Agustus 1950. Dengan demikian, antara Desember 1949 sampai Agustus 1950, hanya ada 1 Republik Indonesia yang dibentuk berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945, dan berdasarkan UUD 1945, dengan Presiden Mr Assaat. Setelah RIS dinyatakan dibubarkan dan seluruh negara bagian RIS bergabung dengan RI, maka Soekarno, yang semula Presiden RIS, kembali menjadi Presiden RI, menggantikan Mr Assaat bulan Agustus 1950. Mengingat masa yang singkat ini, tanpa melalui pemilihan umum, Mr Assaat sulit dikategorikan sebagai Presiden RI yang sukses.

Status kepresidenan Mr Syafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat dihapuskan dari sejarah oleh Orde Lama, sehubungan dengan keterlibatan keduanya dalam PRRI/Permesta. Namun peran keduanya akan selalu dikenang oleh kaum nasionalis Indonesia yang tidak akan pernah perduli dengan para penulis sejarah busuk.

Prof Dr BJ Habibie

Presiden BJ Habibie dapat dikatakan sebagai Presiden paling buruk dalam sejarah Republik Indonesia. Selain tidak pernah memenangkan pemilu, hanya memerintah sebentar sebagai pengganti Suharto, beliau juga ditolak pertanggung-jawabannya oleh MPR. Kasus korupsi yang melibatkan BJ Habibie tidak pernah dapat diungkap, dan berujung pada pembredelan majalah nasional. Yang paling parah adalah BJ Habibie bertanggung-jawab atas pelaksanaan jajak pendapat Timor Timur yang melampaui kewenangannya sebagai Presiden, tanpa persetujuan MPR, DPR, maupun DPRD Timor Timur, melanggar Tap MPR tentang wilayah Republik Indonesia, dan mengizinkan beroperasinya pasukan asing di wilayah Republik Indonesia. Berujung pada keluarnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ir Joko Widodo

Presiden Jokowi baru memegang jabatan selama 1 periode, belum bisa dibandingkan dengan Presiden sebelumnya. Apabila Jokowi memenangkan pemilu 2019, maka baru pada tahun 2024 hasil kerja beliau dapat dibandingkan dengan presiden lain.

Kandidat 3 Besar

Dengan demikian hanya 3 Presiden yang pemerintahannya dapat dinilai untuk menentukan siapa Presiden yang paling sukses:

  • Ir Sukarno,
  • Jenderal TNI (purn) Suharto, dan
  • Jenderal TNI (purn) Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Penilaian Tiga Besar

Dari 3 besar Presiden paling sukses dalam sejarah Republik Indonesia, dengan parameter dan penilaian sebagaimana terdapat pada tulisan ini, diperoleh penilaian:

  1. Presiden SBY, dengan Indeks Kesuksesan 1,93 skala 4 atau 48% dari nilai sempurna.
  2. Presiden Suharto, dengan Indeks Kesuksesan 1,55 skala 4 atau 39% dari nilai sempurna.
  3. Presiden Sukarno, dengan Indeks Kesuksesan 1,02 skala 4 atau 25% dari nilai sempurna.

Kesuksesan Suharto meningkat 52% dari kepemimpinan Sukarno. Sementara SBY lebih baik 25% dari kepemimpinan Suharto.

Nilai Sempurna (Angka 4 Dari 4)

SBY memperoleh 12 item penilaian sempurna (angka 4), sementara Suharto hanya 8 item, dan Sukarno 9 item. Penilaian sempurna bagi Presiden SBY tersebut adalah:

  1. Terpilih 2 periode, 10 tahun, dalam pemilihan demokratis. Hanya SBY yang pernah memenangkan pemilihan umum demokratis dua kali berturut-turut, yang merupakan penanda dari kesuksesan seorang presiden di negara demokrasi presidensial.
  2. Memiliki 1 istri, dan setia dalam pernikahan. Presiden Soeharto juga memperoleh nilai sempurna yang sama.
  3. Memiliki 2 anak, sesuai dengan program Keluarga Berencana. Hanya SBY yang ikut program KB, menjadi contoh bagi rakyat.
  4. Rumah tangga yang harmonis, dengan anak-anak yang hidup dengan tertib dan terhormat, sesuai dengan nilai-nilai moral ketimuran yang baik. Kedua anak juga ikut program KB. Hal ini menjadi contoh bagi bangsa Indonesia yang terancam dengan ledakan demografi.
  5. Mengawali jabatan melalui Pemilu pilpres yang demokratis tahun 2004. Tidak ada presiden sebelumnya yang mengawali jabatan melalui pilpres langsung yang demokratis. Gus Dur, misalnya dipilih oleh MPR, bukan oleh pilpres langsung.
  6. Mengumumkan tidak mencalonkan diri sesuai UU, dan seluruh keluarga juga tidak mencalonkan diri, sesuai dengan nilai kepemimpinan yang sehat. Tidak memaksakan memelihara atau menunjuk putra mahkota untuk menjadi pengganti. Berbeda dengan Sukarno dan Suharto yang hingga akhir berusaha mempertahankan kekuasaan.
  7. Kondisi Indonesia saat akhir jabatan sangat aman. Hanya sedikit insiden penembakan yang terisolasi di Aceh dan Papua. Tidak ada perang, pemberontakan, atau kerusuhan SARA. Akhir masa pemerintahan Sukarno dan Suharto pemerintah baru diwariskan sejumlah daerah konflik bersenjata.
  8. Laporan pertanggung-jawaban diterima oleh MPR. Sebelumnya, hanya Presiden Megawati yang pertanggung-jawaban akhir kepresidenan-nya diterima oleh MPR. Suharto menyatakan mundur tanpa pertanggung-jawaban, sementara Sukarno ditolak laporan pertanggung-jawabannya.
  9. Masa pemerintahan cukup stabil. Hanya tersisa pemberontakan di Papua. Tahun 2012 SBY berhasil memenangkan perang melawan teroris dengan ujung tombak Densus88. Teror pengeboman berangsur sirna, teroris ditangkap sebelum melakukan serangan, sehingga rakyat merasa aman.
  10. Kelompok Islam politik terwakili dalam pemerintahan, tidak diposisikan sebagai lawan, sehingga menjadi lebih nasionalistik, dan tidak lagi merasa di marginalkan.

Nilai Buruk (Nol)

Disisi lain, SBY masih memiliki 5 item dengan nilai paling buruk (nilai 0), yang pada masa Soeharto mencapai 20 item, dan Soekarno 32 item.

  1. Konsep pemerintahan mencari aman, dengan fokus agar tidak dijatuhkan. Disusupi oleh Neolib ASEAN-C yang de-fakto mengatur sebagian kekuasaan ekonomi RI, khususnya terkait dengan kerjasama pasar bebas dengan negara lain. Juga penyusupan kedalam tubuh TNI melalui Dephan, seperti terlihat pada Buku Putih Pertahanan 2008.
  2. Pemerintahan yang tidak efisien serta korupsi mengakibatkan pemerintah berhutang secara besar-besaran. SBY menyisakan hutang kepada pemerintahan selanjutnya. Hutang mencapai 3000 triliun rupiah. Pada masa SBY hutang meningkat rata-rata 166 triliun rupiah setiap tahun selama 10 tahun.
  3. Pemerintahan sangat tidak efisien. PNS diangkat terlalu banyak untuk mengurangi angka statistik pengangguran. Departemen kementrian berorientasi pada pembagian kue anggaran pada parta koalisi. Berbagai pemborosan seperti membeli pesawat kepresidenan yang sangat mahal.
  4. Angka-angka statistik dan indikator nasional sulit dipertanggung-jawabkan. Banyak angka diubah dan disiasati supaya menunjukkan indikator yang terlihat baik.
  5. Koruptor dari era sebelumnya bisa lolos kaya raya dan terhormat, serta aktif ber-politik. Baik koruptor era Orde Baru, maupun koruptor awal Reformasi dari era Megawati.

Perlu diingat bahwa para Presiden lain juga memperoleh penilaian buruk untuk hal-hal ini. Jadi hal-hal ini tidak merupakan kelemahan khusus Presiden SBY, melainkan masalah sistemik nasional yang belum berhasil dipecahkan.

Keunggulan SBY

Penilaian ini menunjukkan bahwa SBY secara mutlak unggul dibanding Suharto dan Sukarno. Sekalipun unggul namun rata-rata nilai yang diperoleh SBY masih belum mencapai 50% dari nilai sempurna, atau rata-rata nilai dibawah 2 pada skala 4. Hal ini menunjukkan bahwa para presiden RI memang prestasi-nya masih sangat rendah. Membuka peluang bagi para Presiden selanjutnya untuk berprestasi lebih baik.

Dengan kata lain SBY memperoleh status paling sukses karena prestasi presiden-presiden sebelumnya sangat buruk. Baik Sukarno, maupun Suharto ditumbangkan oleh revolusi rakyat yang marah dan kemudian menjadi tahanan rumah. Sementara SBY dengan terhormat menyelesaikan masa pemerintahannya, dan menjadi bapak bangsa.

Terlepas dari penyebabnya, terbaik tetaplah yang terbaik, dan tersukses tetaplah tersukses. Tidak dapat diingkari bahwa presiden SBY secara mutlak merupakan Presiden paling sukses sepanjang sejarah RI dari tahun 1945, setidaknya sampai dengan tahun 2024.

presiden_1

Kunci kesuksesan SBY

Jika di ringkas, dapat dikatakan kunci kesuksesan SBY dibanding para Presiden sebelumnya adalah sebagai berikut:

  1. Amanah: Menyelesaikan jabatan 2 periode tanpa khianat.
  2. Tidak gila jabatan: Membuat pernyataan tidak akan dicalonkan kembali.
  3. Bersih: Peningkatan kekayaan tidak mencapai 100%, tidak gila harta.
  4. Bermoral: Tidak menambah istri kedua atau memiliki simpanan.
  5. Nepotisme terkendali: Anak dan keluarga tidak terlalu berlebihan.
  6. Cenderung demokrat: Tidak otoriter.
  7. Bijaksana: Berpolitik dengan santun.

 

Catatan Penutup

“Paling sukses” disini tidak berarti beliau adalah Presiden yang paling hebat. Banyak kebijakan salah yang dibuat oleh Presiden Yudhoyono akan menjadi beban pada masa mendatang. Banyak kesempatan yang seharusnya diraih yang dibiarkan sia-sia. Banyak rekor yang memalukan yang diderita bangsa Indonesia. Jadi makna “paling sukses” disini harus dimaknai sebagai bentuk perbandingan dengan para Presiden sebelumnya.

Penulis non-partisan, bukan pendukung Partai Demokrat, dan secara aktif berulang kali mengecam pemerintahan Presiden SBY. Ada banyak kelemahan Presiden Yudhoyono, namun kepada teman-teman yang banyak dikecewakan, izinkanlah kali ini saya tidak membicarakan kekurangan beliau. Kalau untuk Presiden Sukarno, yang pada akhir hayatnya di tahanan rumah, kita mengenang beliau sebagai Bapak Proklamasi, Bapak Republik Indonesia. Untuk Presiden Suharto, yang pasca pemerintahannya juga menjadi tahanan rumah hingga sakit tetap, kita mengenang beliau sebagai Bapak Pembangunan.

Maka sudah sepantasnya, kita menempatkan Presiden Yudhoyono, yang jauh lebih sukses dibanding para pendahulunya, sebagai Bapak Stabilitas Nasional. Karena pada masa SBY-lah, tercapai stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan, tanpa kekuatan otoriter yang berlebihan seperti pada masa Orde Baru.

SBY, Bapak Stabilitas Nasional

Sebagai dampak dari kesuksesan ini, tidak dapat dihindari, trah Yudhoyono di masa depan (pasca 2019) akan memperoleh keunggulan lebih dibandingkan dengan trah Sukarno, dan trah Suharto. Demikian pula Partai Demokrat, terhadap Partai Golkar dan PDIP, tentunya jika PD berhasil mengeliminasi citra partai korup yang saat ini melekat.

Dampak lain adalah bahwa Presiden SBY pantas untuk didukung maju pada tingkat internasional, seperti PBB. Tapi sebaiknya melupakan AEC (ASEAN Economic Forum) dan AC (ASEAN Community) yang bertentangan dengan konsep Indonesia.

Terlepas dari segala kekurangannya, izinkan saya memberikan selamat kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono, Bapak Stabilitas Nasional, Presiden paling sukses sepanjang sejarah Republik Indonesia, setidaknya hingga tahun 2024.

Untuk segala hal ada waktunya. Menurut saya 5 bulan ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menerima SBY sebagai bagian dari lembar sejarah Republik Indonesia. Waktu yang tepat untuk mengucapkan:

 

Selamat Jendral. Terima kasih atas kepemimpinannya. Tabik.

 

Jakarta, Mei 2014

Update Agustus 2017

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s