Karel Sasuit Tubun, Polisi Sejati Pengawal Pancasila, Menggagalkan G30S

Pagi itu KS Tubun menyaksikan penyerbuan ke rumah Jenderal AH Nasution. KS Tubun adalah polisi pengawal rumah Menteri Leimena, tetangga Nasution.

Operasi Takari yang dikenal sebagai G30S menggunakan Divisi Ampera dengan 3 pasukan: Pasukan Gatotkaca, Pasopati, dan Bimasakti. Pasukan Pasopati bertugas menangkap 7 Jenderal.

Pasukan terbesar dipimpin oleh Pelda Djahurup, dengan 3 truk AU dan 2 bus, menuju rumah Menpangab Jenderal AH Nasution, terdiri atas:

  • 1 Regu Pasukan Pengawal Presiden Sukarno, Tjakrabirawa
  • 1 Pleton dari Brigif 1 Kodam V Jaya
  • 1 Pleton dari Yon 530/Kostrad
  • 1 Pleton dari Yon 454/Kostrad
  • 1 Pleton PGT AU (tidak hadir pada pelaksanaan)
  • 1 Pleton Sukwan (Angkatan Kelima PKI yang baru dilatih di Lubang Buaya)

Pasukan Pasopati perlu merebut 2 pos jaga: rumah Menpangab Nasution dan Menteri Leimena yang bersebelahan.

Menyerbu 2 pos jaga bukan hal yang sulit bagi pasukan Pasopati. Dalam waktu singkat kedua pos direbut tanpa tembakan. Para pengawal umumnya langsung menyerah melihat kedatangan sejumlah besar pasukan bersenjata lengkap.

Hanya satu pengawal yang pantang menyerah, sang Polisi Karel Sasuit Tubun angkat senjata melawan sejumlah besar pasukan penyerbu.

Dalam waktu singkat KS Tubun tewas oleh berondongan senjata serbu pasukan Pasopati.

Dalam benaknya, KS Tubun hanya melaksanakan tugas tanpa takut kehilangan nyawa. Dalam sejarah KS Tubun hanya ditulis sebagai salah satu korban G30S. Bila dilihat lebih jauh, peran KS Tubun sangat besar dalam menggagalkan G30S.

Operasi Takari mengandalkan 1 faktor utama: membungkam Ahmad Yani dan AH Nasution. Tanpa Ahmad Yani dan AH Nasution, MABAD akan dengan mudah diambil alih, dan Presiden Sukarno akan mengumumkan dukungan pada Dewan Revolusi PKI.

Perlawanan KS Tubun membangunkan banyak orang, diantaranya sang Jenderal Nasution. Keramaian tembakan membuat Nasution dalam keadaan cukup awas saat pasukan Pasopati masuk ke rumahnya.

Keramaian perlawanan KS Tubun juga membangunkan Lettu Pierre Tendean, memberinya kesempatan untuk berfikir dan bertindak, alih-alih melakukan perlawanan bersenjata, ia mengaku sebagai Nasution, mengakhiri pencarian ratusan pasukan Pasopati.

Pengorbanan Letnan Pierre Tendean menyelamatkan Jenderal Nasution sehingga menggagalkan G30S PKI.

Perlawanan Polisi KS Tubun memegang peranan sangat penting. Tanpa perlawanan nekad KS Tubun bisa jadi pasukan Pasopati masuk kerumah tanpa disadari oleh Nasution dan Tendean, sehingga Nasution tertangkap atau terbunuh, yang artinya keberhasilan G30S.

Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa G30S digagalkan karena:

  • Jenderal Nasution lolos, dan melakukan perlawanan.
  • Letnan Pierre Tendean memberikan nyawa untuk lolosnya Jenderal Nasution.
  • Perlawanan nekad KS Tubun membangunkan Nasution dan Tendean, memberi mereka kesempatan melakukan tindakan kepahlawanan.

Sepanjang subuh 1 Oktober tidak satupun pengawal yang melawan pasukan G30S selain sang Polisi KS Tubun.

Beliau adalah Polisi Sejati, Pengawal Pancasila.

Bila mereka bertanya, siapa yang menggagalkan G30S? Jawablah: Seorang Polisi AIP2, namanya Karel Sasuit Tubun.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s